siapa sangka, pariwisata di indonesia sudah ada sejak jaman kolonial belanda tepatnya sejak tahun 1910-1920 dengan dikeluarkannya keputusan Gubenur Jenderal Belanda bernama VTV (Vereneiging Touristen Verker) dimulainya kegiatan berwisata ke Hindia Belanda (Indonesia-sekarang). pada mulanya kegiatan VTV dibentuk untuk meningkatkan perdagangan antara Eropa dan negara-negara Asia termasuk indonesia, laut Hindia pada saat itu digunakan sebagai jalur yang sering digunakan oleh orang-orang asing untuk pergian terutama kegiatan perdagangan. tetapi dengan seiringnya waktu dan berkembangnya zaman banyak orang-orang Eropa yang berkunjung ke indonesia tidak hanya melakukan transaksi perdagangan saja tetapi mereka juga ingin melakukan kegiatan berwisata ke beberapa tempat wisata di Indonesia.

Sejarah Pariwisata Indonesia Berawal dari Kebijakan Turis Kolonial

oleh sebab itu pada tahun 1923 pemerintah kolonial mulai serius memperhatikan pariwisata yang ada di indonesia dan pada tahun itu juga diterbitkannya surat kabar pariwisata dan meningkatnya permintaan orang-orang eropa terhadap pariwisata indonesia, pemerintahpun akhirnya mendirikan travel agent di batavia (jakarta-sekarang) pada tahun 1926 bernama Linsone Linderman (Lis Lind) yang berpusat di negeri Belanda yang kemudian di indonesia dikenal dengan nama Netherlands Indische Touristen Burean (NI Tours), selain mendirikan travel agent pemerintah kolonial juga menerbitkan majalah tourism dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata indonesia ke berbagai masyarakat dunia terutama Eropa dengan mengangkat tema promosi sebagai berikut ; Come to Java, Bandung The Mountain City to Netherland India, Batavia Queen City of East, dan The Wayang Wong or Wayang Orang.

tetapi sayangnya pada jaman itu pariwisata indonesia terbatas dan diskriminatif yang hanya terbatas bagi orang-orang kulit putih dan monopoli usaha di bidang pariwisata dipegang oleh NI Tours, walaupun kunjungan wisata indonesia sangat terbatas dibeberapa kota dan tempat di indonesia telah berdiri hotel untuk dapat menfasilitasi akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke indonesia. tetapi sayangnya pariwisata indonesia mengalami kemunduran sejak perang revolusi berkecamuka. banyak ytempat wisata dan hotel yang diambil alih oleh jepang untuk dijadikan markas, rumah sakit, dan asrama bagi tentara jepang, dan ketika terjadinya bom Hirosima-Nagasaki mengakibatkan inflasiterjadi dimana-mana yang menyebabkan ekonomi rakyat semakin bertambah parah. tetapi pada tahun 1950-an pariwisata indonesia mulai bangkit ditangan pemerintah republik indonesia.